
Dampak dari perubahan iklim cukup mengkhawatirkan. Sejumlah sektor, termasuk otomotif, hadir memberikan kontribusi agar dampak dari perubahan iklim bisa diminimalkan.
kampanye gaya hidup sekaligus pemanfaatan energi yang ramah lingkungan masif digaungkan secara global. Hal ini membuat banyak industri menghadirkan sejumlah inovasi. Tujuannya tentu agar lingkungan dapat terus lestari hingga turun-temurun.
Gerakan peduli lingkungan dimotori dengan kewaspadaan terhadap perubahan iklim yang belakangan terasa dampaknya. Cuaca tak menentu dan suhu kian panas adalah sebagian dampak akibat peningkatan emisi gas rumah kaca yang menimbulkan efek luas terhadap lingkungan.
Dampak nyatanya terlihat dari gletser atau lapisan es yang mulai menyusut hingga berpotensi hilang. Fenomena tersebut mengakibatkan kenaikan permukaan air laut dan gelombang panas terjadi lebih lama.
Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diterbitkan pada 2021 menyebutkan emisi gas telah memanaskan iklim hampir 2 derajat Fahrenheit (1,1 derajat Celsius) sepanjang 1850-1900. Suhu rata-rata global diperkirakan akan mencapai atau melampaui 1,5 derajat Celsius (sekitar 3 derajat Fahrenheit) dalam beberapa dekade mendatang. Perubahan ini akan mempengaruhi seluruh wilayah di bumi.
Bukti ilmiah tersebut sangat jelas bahwa perubahan iklim merupakan ancaman yang cukup serius terhadap kesejahteraan manusia dan kesehatan bumi.
Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, laporan tersebut menyebutkan hal itu bergantung pada aktivitas manusia pada masa depan. Karena itu, setiap orang harus didorong untuk memanfaatkan teknologi ramah lingkungan sehingga dampak dari perubahan iklim bisa diminimalkan.
Berbeda dengan masa lalu, saat ini masyarakat mulai banyak mendapatkan pilihan inovasi untuk memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Sebab, banyak perusahaan dari berbagai sektor sudah mulai berlomba-lomba menghadirkan teknologi ramah lingkungan.
Bahkan sejumlah perusahaan kelas global turut memberikan inovasi teknologi ramah lingkungan, salah satunya Toyota. Sebagai produsen kendaraan, Toyota tidak ingin ketinggalan untuk memberikan kontribusi dalam menghadirkan teknologi ramah lingkungan.
Langkah Toyota menghadirkan teknologi ramah lingkungan melalui semangat untuk melakukan netralitas karbon tidak terlepas dari filosofi yang dipegang oleh perusahaan tersebut. Toyota menganut filosofi ‘Mobilitas dan Kebahagiaan untuk Semua’, yang telah dijalankan selama 80 tahun.
Toyota pun menargetkan netralitas karbon bisa tercapai 100 persen pada 2050 atau lebih awal. Adapun netralitas karbon untuk industri otomotif memiliki makna mencapai nol emisi CO2 di semua proses sepanjang siklus hidup kendaraan, mulai manufaktur, pengiriman, penggunaan, efisiensi bahan bakar, daur ulang, dan pembuangan, khususnya saat kendaraan sudah tidak dipergunakan lagi.
Strategi lain yang digunakan oleh Toyota adalah menggunakan pendekatan multiple pathway. Melalui strategi multiple pathway, Toyota hadir dengan opsi teknologi kendaraan elektrifikasi, mulai teknologi Flexy-Engine, Fuel Cell Electric Vehicles (FCEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hidrogen, biofuel, hingga low cost green car (LCGC), untuk mendukung beragam mobilitas masyarakat Indonesia.
SUMBER : news.detik.com











